August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tak Bisa Ditahan dan Ditunda Lagi, Hasanah, PMI yang Sedang Jalani Karantina di Asrama Haji Lahirkan Bayi Perempuan

2 min read
Hasanah, PMI yang lahirkan bayi di asrama haji sukolilo Surabaya (Foto Kominfo Prov Jatim)

Hasanah, PMI yang lahirkan bayi di asrama haji sukolilo Surabaya (Foto Kominfo Prov Jatim)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA – Sebuah peristiwa langka terjadi sejak proses karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilakulan 28 April 2021 lalu. Hari ini, Kamis (22/07/2021) Hasanah, seorang PMI asal Pamekasan Madura melahirkan seorang bayi perempuan secara normal saat menjalani masa karantina.

“Tadi pagi saat kami dari Tim Trenggana Satpol PP Jatim sedang bertugas di rumah isolasi OTG di Gedung E2 Asrama Haji, kami mendapatkan panggilan telepon dari KKP. Ada seorang PMI yang akan melahirkan,” ungkap Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M Solihin, pada JNR.

Mendengar kabar itu, Solihin dan anggotanya langsung melepas baju hazmat dan menyeterilkan diri dengan menyemport disinfektan ke seluruh tubuh mereka. Lanjut menuju gedung B1 kamar 214 yang menjadi kamar karantina bagi Hasanah yang hendak melahirkan.

Proses melahirkan pun dibantu seorang dokter umum yang bertugas di poli Asrama Haji. Di saat kondisi darurat itu, tempat tidur Hasanah sudah mulai banyak dibanjiri darah. Lantas Solihin mencarikan kain dan menyiapkam air hangat untuk membantu proses persalinan.

“Anggota kami siapkan air hangat dan mencarikan kain sarung karena seprei sudah banyak darah. Karena di Asrama Haji, maka kami beli di koperasi kain ihram yang biasa digunakan untuk orang haji. Alhamdulillah prosesnya lancar dan bayi perempuan lahir sekira pukul 08.20 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat dilahirkan si bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar. “Ada tiga lilitan di leher bayi,  namun Alhamdulillah bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan. Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis,” tuturnya.

Selanjutnya, ia bersama dokter pun membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun, bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah.

Untuk membantu perawatan intensif maka ia merujuk bayi ke RS Haji. “Kami rujuk ke sebelah (RS Haji) karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator,” pungkasnya. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply