August 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hong Kong Tambah Satu, Indonesia Meledak Lagi Hampir 50 Ribu Kasus Baru

2 min read
Petugas pemakaman protokol Covid-19 yang kelelahan beristirahat di areal pemakaman (foto Istimewa)

Petugas pemakaman protokol Covid-19 yang kelelahan beristirahat di areal pemakaman (foto Istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Meskipun di klaster lokal, Hong Kong telah selama beberapa hari berturut-turut dalam kondisi zero kasus baru, namun kasus corona di Hong Kong tetap mengalami pertambahan lantaran mendapat kasus baru dari klaster impor.

Seperti yang dirilis Hong Kong Centre for Health Protection (CHP) hari ini (22/07/2021), dalam 24 jam belakangan, di Hong Kong kembali ditemukan kasus baru sebanyak 1 kasus yang bersumber dari klaster impor.

1 kasus impor tersebut dibawa masuk oleh seorang perempuan berusia 49 tahun yang memiliki riwayat perjalanan dari Amerika.

Hingga saat ini, jumlah seluruh kasus baru positif corona di Hong Kong telah mencapai 11.972 kasus dengan 212 kematian.

Jumlah pasien yang masih menjalani perawatan terpantau sebanyak 35 pasien dan seluruhnya dalam kondisi stabil.

Sementara itu, di Indonesia, angka pertambahan kasus baru yang dilaporkan hari ini (22/07/2021) kembali mengalami lonjakan setelah selama 3 hari berturut-turut sebelumnya mengalami penurunan signifikan.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Kamis (22/07/2021) ada tambahan 49.509 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 3.033.339 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 36.370 orang sehingga menjadi sebanyak 2.392.923 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 1.449 orang menjadi sebanyak 79.032 orang.

Saat ini ada total 561.384 kasus aktif di Indonesia. Jumlah ini bertambah 11.690 dari sehari sebelumnya.

Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif Corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35%.

Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply