December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Takut itu Boleh, Asal Rasional

2 min read
-

JAKARTA – Ahli Filsafat Prof Fahruddin Faiz mengungkapkan rasa takut yang dialami manusia adalah hal yang wajar. Hanya saja, menurut Prof Fahruddin, manusia harus memiliki rasa takut yang sehat dan takut yang rasional atau masuk akal.

Karena menurut Prof Fahruddin, rasa takut yang sehat akan menghasilkan perjuangan. Begitu juga dengan takut yang wajar, yang akan menghasilkan kebaikan. Akan tetapi, ada takut yang tidak sehat artinya takut yang menghasilkan kerusakan.

“Mungkin kamu keras pada orang lain akhirnya kamu menyiksa orang lain dan menyakiti orang lain,” ujar Prof Fahruddin dalam video yang diunggah melalui channel YouTube Cerah ID pada 19 Oktober 2021.

Prof Fahruddin menegaskan rasa takut  seseorang yang wajar, terlihat dari ketakutan tersebut dibawa ke arah mana. Sehingga, hal tersebut yang dapat menilai apakah rasa takutnya sehat atau tidak sehat.

“Jadi kalian boleh tapi tetap yang sehat. Takut mati menghasilkan kesadaran untuk lebih dekat sama Allah itu kan sehat. Takut tidak eksis membuat kamu sungguh-sungguh yang akan diakui di tengah masyarakat,” tutur Prof Fahruddin.

Kemudian, Prof Fahruddin menyebut ada rasa takut yang rasional. Jadi yang ditakutkan adalah sesuatu yang benar-benar untuk ditakutinya. Kalau ada yang tidak menakutkan kemudian ditakuti, maka secara psikologis orang tersebut dapat disebut dengan phobia atau memiliki ketakutan yang tidak rasional.

“Kan ada kadang-kadang orang itu phobia terhadap bulu-bulu. Kalau ada baju-baju ada bulunya, dia gemetar kayak orang lihat hantu,” ucap Prof Fahruddin.

Prof Fahruddin menambahkan ada beberapa hal yang dapat mengatasi rasa takut seseorang. Pertama, sadari bahwa rasa takut itu menjadi sesuatu yang wajar. Seseorang perlu memahami sesuatu yang ditakutinya. Paling tidak ada rasa takut yang manusia alami dan berujung pada rasa tidak enak dan perasaan kurang nyaman.

“Kenapa tidak tekun baca buku, mungkin karena baca buku itu tidak enak, lebih enak main hp. Yang penting kamu jelas sekarang yang kamu takuti itu apa,” kata Prof Fahruddin.

Kedua, setelah seseorang sudah menyadari rasa takutnya, maka ingatlah bahwa rasa takut adalah sesuatu yang alami. Ketiga, siapkan diri dan pelajari. Keempat, hadapi.

“Bertarung lah kalau misalnya kamu males bangun malam karena takut paginya ngantuk, sekarang dihadapi, disiapkan dan dipelajari biar paginya tidak ngantuk tetapi tetap bangun malam,” ungkap Prof Fahruddin. Dengan demikian, Prof Fahruddin menekankan untuk tidak melakukan segala sesuatu yang tidak alami. Misalnya, tipuan-tipuan atau manipulasi yang berujung pada masalah yang baru.

“Misalnya seseorang yang tidak lulus-lulus dalam menghadapi ujian. Agar ujiannya lulus, maka dia menyontek saja, maka itu sesuatu yang tidak alami yang dapat menambah masalah baru,” pungkas Prof Fahruddin. []

Advertisement
Advertisement