April 18, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Terlibat dalam Jaringan Penipuan Online, Seorang PRT Asing Ditangkap Aparat

3 min read

HONG KONG – Kepolisian Hong Kong telah membongkar sindikat penipuan daring yang diduga telah menggelapkan lebih dari HK$250.000 dalam penipuan deposito kecil selama periode delapan bulan, dan menangkap dua pemimpin lokal serta seorang pekerja rumah tangga asing yang diduga bertindak sebagai pemegang rekening perantara.

Investigasi mengungkapkan bahwa kelompok tersebut terkait dengan 91 kasus antara Agustus 2025 dan April 2026. Para korban dilaporkan ditipu untuk membayar deposit kecil melalui Sistem Pembayaran Cepat (FPS) untuk barang yang sebenarnya tidak pernah ada.

Menurut petugas dari Unit Kejahatan Regional Kowloon Timur, sindikat tersebut memasang iklan palsu di platform media sosial populer, dengan menyamar sebagai pengecer atau dealer mobil terkemuka. Barang-barang yang konon dijual termasuk kuota “penggantian satu untuk satu” kendaraan listrik, mobil bekas dan suku cadangnya, kartu permainan, dan peralatan rumah tangga.

Para pembeli diinstruksikan untuk mentransfer sejumlah kecil uang muka di awal, dengan sisanya konon dibayarkan saat pengambilan barang. Begitu dana dikirim ke rekening pembayaran prabayar yang dikendalikan oleh kelompok tersebut — yang banyak di antaranya tidak terdaftar atas nama asli — kontak dengan para penjual yang diduga langsung diputus.

Polisi mengatakan operasi tersebut sangat terorganisir. Sindikat tersebut secara sistematis menggunakan rekening prabayar yang tidak terverifikasi untuk menerima hasil kejahatan, sehingga menyulitkan penyelidik untuk melacak jejak uang tersebut. Transaksi individual sengaja dibatasi hanya beberapa ribu dolar untuk mengurangi kecurigaan dan menghindari deteksi.

Para anggota kelompok tersebut juga membeli sejumlah besar voucher tunai supermarket menggunakan alat pembayaran tidak terdaftar yang sama sebelum menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan. Dalam beberapa kasus, mereka dilaporkan menyewa dan mengembalikan pengisi daya portabel untuk mengklaim kembali deposit sebagai cara lain untuk menarik uang tunai dari rekening.

Organisasi tersebut diyakini telah beroperasi sejak Agustus tahun lalu dan menangani semua tahapan skema tersebut, mulai dari mencari gambar dan video produk untuk daftar online hingga mengelola rekening pembayaran. Anggota intinya dikatakan telah berpindah tempat persembunyian setiap bulan untuk menghindari penangkapan.

Setelah melakukan analisis dan pengawasan di bawah inisiatif CCTV “SmartView” kepolisian, petugas menangkap tiga orang pada tanggal 16 April atas dugaan konspirasi penipuan dan pencucian uang. Para tersangka — dua warga lokal yang menganggur dan seorang pekerja rumah tangga asing berusia antara 37 dan 40 tahun — masih ditahan. Penangkapan lebih lanjut belum dikesampingkan.

Polisi memperkirakan sindikat tersebut menghasilkan rata-rata HK$110.000 per bulan. Barang-barang yang disita termasuk empat telepon seluler, 21 kartu SIM, satu kartu memori, dan 54 voucher tunai.

Para penyelidik meyakini bahwa kelompok tersebut sengaja menargetkan pekerja rumah tangga asing yang tidak memahami hukum Hong Kong, menawarkan mereka sejumlah uang mulai dari beberapa ratus hingga beberapa ribu dolar untuk membuka atau meminjamkan rekening untuk pencucian uang. Pihak berwenang memperingatkan bahwa setiap hukuman pidana dapat memengaruhi permohonan visa atau perpanjangan masa tinggal pekerja rumah tangga di masa mendatang.

Polisi mendesak para majikan untuk mengingatkan staf rumah tangga mereka agar tidak meminjamkan, menyewakan, atau menjual rekening bank atau rekening pembayaran nilai tersimpan untuk keuntungan finansial. Konspirasi untuk melakukan penipuan dan pencucian uang adalah pelanggaran serius yang membawa hukuman maksimal 14 tahun penjara, dengan hukuman tambahan berupa denda hingga HK$5 juta.

Masyarakat diimbau untuk hanya berurusan dengan penjual terpercaya, menghindari pembelian barang atau voucher yang asal-usulnya tidak jelas, dan mempertimbangkan untuk melakukan transaksi secara langsung. Sebelum melakukan pembayaran online, warga dapat menggunakan mesin pencari anti-penipuan polisi untuk memeriksa nomor telepon, rekening pembayaran, atau nama platform yang mencurigakan. Siapa pun yang ragu harus segera menghentikan transaksi dan menghubungi Layanan Bantuan Anti-Penipuan di 18222. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply