May 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waktu-Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan

2 min read

JAKARTA – Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Di mana Muslim memperbanyak amal ibadah, karena banyak keutamaan yang didapatkan, salah satunya adalah berdoa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang meminta kepada-Nya.

Doa adalah permohonan kepada Allah SWT yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap “khusyu” dan “tadharru” dalam menghadapkan diri kepada-Nya, merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan.

Mengutip dari detik.com, menurut bahasa doa adalah merupakan permintaan dan permohonan. Sedangkan, menurut istilah doa adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dalam memohon keinginan dan meminta dihindarkan dari hal yang dibenci.

Al-Quran juga telah menunjukkan pengertian doa melalui beberapa surah, di antaranya sebagai berikut:

Doa berarti ibadah (Q.S. Yunus:106). Doa berarti meminta pertolongan atau istighatsah (Q.S Al-Baqarah: 23). Doa berarti panggilan atau nida’ (Q.S Al-Isrya: 110). Doa berarti perkataan atau qaul (Q.S Yunis: 10).

Melansir rumaysho.com, ada tiga waktu utama terkabulnya doa di bulan Ramadan:

 

  1. Waktu sahur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadis di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

 

  1. Saat berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: 1. orang yang berpuasa sampai ia berbuka, 2. pemimpin yang adil, dan 3. doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdoa untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan doa kebaikan untuk kaum Muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

 

3 Ketika berbuka puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa doa mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. []

Advertisement
Advertisement