Prime banner

JAKARTA – Sebuah insiden penembakan terjadi di klinik Azzahra Medical Centre Cawang Jakarta kemarin (09/11) siang sekiraa jam 14:00. Korban penembakan pemilik sekaligus dokter di klinik tersebut, yaitu dokter Letty Sulastri . Letty ditembak saat sedang berpraktek di kliniknya.

Dihimpun dari berbagai sumber, pelaku penembakan dokter alumni Fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan tahun 1990 ini ternyata adalah suaminya sendiri. Peristiwa ini terungkap, sesaat setelah menembak istrinya, Helmi yang juga seorang dokter kemudian mendatangi mapolda metro jaya untuk menyerahkan diri dan melaporkan diri bahwa dirinya baru saja menembak mati istrinya di klinik tempat istrinya bekerja.

Hasil pemeriksaan Polisi, motif dari pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh perasaan tidak terima pelaku yang akan digugat cerai oleh istrinya.

Dokter Letty, oleh beberapa saksi disekitar TKP dikenal sangat ramah melayani pasien, bahkan, dalam melakukan praktek melayani pasien, dokter cantik tersebut tidak pernah mematok tarif mahal.

“Dokter Letty itu baik, telaten dan tidak membeda-bedakan pasien. Saya yang hanya tukang ojek begini, juga dilayani dengan baik oleh bu dokter. Dan tarifnya sangat murah. Malah pernah, saat saya menanyakan tarif usai diperiksa, bu dokter malah balik bertanya ‘tadi sudah dapat tarikan penumpang apa belum?’. “ tutur Acep, salah seorang pelanggan dokter Letty.

“Saat saya menjawab jujur apa adanya, sudah dua hari saya tidak narik bu, gimana mau narik, orang kesini aja diantar istri, pas saya mau pulang, bu dokter malah bilang ‘dah, uangnya disimpan saja, buat makan anak istri di rumah, nanti kalau sudah dapat banyak tarikan penumpang, gpp uangnya saya terima’ “ kenang Acep.

Kesaksian serupa juga datang dari Nita, salah seorang staf PPTKIS yang biasa mengantar CTKI melakukan medical di tempat tersebut. Nita menuturkan, PPTKIS tempatnya bekerja sudah lama berlangganan dengan klinik dokter Letty karena pelayanannya ramah.

“Biasanya, orang berpangkat itu memandang TKW dengan pandangan remeh, tapi tidak dengan dokter Letty, almarhumah sangat menanusiakan CTKI meskipun CTKI mayoritas berasal dari kalangan bawah” aku Nita.

“Beberapa PJTKI berlangganan dengan klinik ini karena hasil dan pelayanannya bagus. Meninggalnya dokter Letty, tentu akan menjadi duka bagi banyak PJTKI dan para TKW yang pernah medical disini” imbuhnya.

Karangan bunga tampak bertebaran di rumah duka. Mulai dari rekan seprofesi, hingga relasi seperti PJTKI. Selamat jalan Letty … !!! [Asa/net]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner