January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

48 Korban Meninggal Ditemukan, Berikut Update Situasi Bencana Semeru

2 min read

MALANG – Tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan dua orang yang menjadi korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru dalam kondisi meninggal. Dengan penemuan itu, korban jiwa yang tercatat per Senin (13/12/2021) menjadi 48 orang.

Sementara data jumlah korban kumulatif yang dirawat jalan di puskesmas dan posko kesehatan berjumlah 2.004 jiwa. Jumlah korban langsung awan panas Gunung Semeru yang masih dirawat sebanyak 18 orang. Rinciannya, dirawat di RS dr Haryoto (RSDH) sebanyak 12 orang, RS Pasirian dua orang, RS Bhayangkara tiga orang dan dirujuk ke RS Tersier satu orang.

Di samping itu, kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/12/2021), jumlah pengungsi yang menjalani rawat inap ada 12 orang.

Adapun pengungsi yang terdata pada Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru berjumlah 9.997 jiwa yang tersebar di 148 titik berbagai wilayah. Kabupaten Lumajang sebanyak 141 titik dengan jumlah penyintas 9.754 jiwa, sedangkan terdapat titik pengungsian di wilayah sekitar Kabupaten Lumajang, seperti Kabupaten Malang dua titik dengan 179 jiwa, Kabupaten Probolinggo satu titik dengan 11 jiwa, Kabupaten Blitar satu titik dengan 20 jiwa dan Kabupaten Jember tiga titik dengan 13 jiwa.

Untuk mempercepat pencarian korban, Tim SAR menurunkan 11 anjing pelacak yang berasal dari Polda Jawa Timur, Mabes Polri dan Polres Malang dengan kualifikasi dan pengalaman dalam SAR serta bertugas untuk mendeteksi dan mencari lokasi potensial korban.

Sementara itu puluhan alat berat diterjunkan dalam penanganan bencana yang disebabkan awan panas dan guguran erupsi Gunung Semeru ini, salah satunya untuk membuka jalur jalan nasional antara Lumajang dan Malang tepatnya di Dusun Kamarkajang saat ini dalam proses perbaikan dan telah mencapai 80%.

Bagi masyarakat baik itu pengunjung maupun wisatawan diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah / puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor Tenggara-Selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru dan mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. []

 

Advertisement
Advertisement