Bangun Sinergi Mengejar Jumlah Mengirim 5 Ribu PMI
2 min read
JAKARTA – Suasana hangat dan penuh optimisme mewarnai kegiatan Strategi Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah bersama Asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (ASPATAKI) di Hotel Tentrem Semarang, Senin (29/6/2026). Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah dan pelaku penempatan untuk menyatukan langkah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja global.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani, yang menegaskan bahwa peningkatan kapasitas CPMI bukan sekadar tahapan sebelum bekerja ke luar negeri, melainkan bagian dari strategi besar negara dalam membangun pekerja migran yang kompeten, profesional, dan terlindungi sejak awal proses penempatan.
Dalam paparannya, Dewi menekankan pentingnya mengimplementasikan arahan Presiden Republik Indonesia melalui program SMK Go Global, yang mendorong transformasi pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan industri internasional. Menurutnya, penguatan kompetensi, sertifikasi, hingga kemampuan bahasa harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di luar negeri.
“Peningkatan kapasitas adalah investasi pelindungan. Semakin baik kompetensi yang dimiliki calon pekerja migran, semakin besar peluang mereka memperoleh pekerjaan yang layak, terlindungi, dan memiliki daya saing di tingkat global. Inilah semangat yang sedang kita bangun bersama untuk mendukung target nasional penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia,” terang Dewi.
Nuansa kolaboratif semakin terasa ketika Ketua Umum ASPATAKI, Saiful Mas’ud, menyampaikan dukungannya terhadap langkah BP3MI Jawa Tengah. Ia mengapresiasi komitmen BP3MI dalam membangun pelayanan yang semakin profesional sekaligus membuka ruang komunikasi yang erat dengan perusahaan penempatan.
Menurutnya, penguatan sinergi antara pemerintah, dunia vokasi, dan perusahaan penempatan merupakan kunci untuk menghadirkan proses penempatan yang lebih efektif, adaptif, dan semakin memberikan kemudahan bagi calon pekerja migran yang telah memenuhi kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Diskusi yang berlangsung setelah sesi pemaparan berlangsung dinamis. Para peserta dari berbagai unsur aktif menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta gagasan mengenai strategi peningkatan kapasitas CPMI. Interaksi yang cair antara BP3MI Jawa Tengah, ASPATAKI, dan para pemangku kepentingan mencerminkan semangat kemitraan yang semakin kuat dalam membangun ekosistem penempatan yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, BP3MI Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan vokasi dan perusahaan penempatan, guna menghadirkan sistem penempatan pekerja migran Indonesia yang semakin berkualitas, aman, profesional, serta selaras dengan kebutuhan pasar kerja global. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung program vokasi nasional sekaligus mewujudkan target penempatan pekerja migran Indonesia yang produktif, bermartabat, dan berdaya saing internasional []
