Hindari Praktik Menjadi PMI yang Berpotensi Menimbulkan Resiko Eksploitasi
3 min read
JAKARTA – Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Malang mewakili Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur terus memperluas penyebarluasan informasi mengenai peluang kerja ke luar negeri yang aman dan prosedural melalui berbagai media komunikasi publik. Guna mewujudkan upaya tersebut, kehadiran sebagai narasumber dalam Special Talkshow Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman yang diselenggarakan oleh Agropolitan TV (ATV) Kota Batu, bertempat di Studio Agropolitan TV, Jl. TVRI No.1000, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BP3MI Jawa Timur dalam memperkuat implementasi Gerakan Nasional Migran Aman melalui penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan lembaga penyiaran milik pemerintah daerah, informasi mengenai layanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam talkshow yang dipandu oleh Host Mifta Jannah dan disiarkan secara langsung melalui Agropolitan TV Kota Batu, P4MI Malang menyampaikan berbagai materi mengenai tata cara bekerja ke luar negeri secara prosedural, tahapan menjadi Pekerja Migran Indonesia, peluang penempatan pada berbagai skema, hingga pentingnya menghindari praktik penempatan nonprosedural yang berpotensi menimbulkan risiko eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang.
Koordinator P4MI Malang sekaligus narasumber kegiatan, Guntar Sabhara, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi satu strategi penting dalam memperluas edukasi kepada masyarakat.
“Talk Show Special Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Agropolitan Televisi merupakan bentuk sinergi KP2MI melalui BP3MI Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dalam penyebarluasan informasi layanan publik. Dalam rangka menyemarakkan Gerakan Nasional Migran Aman, media televisi kami anggap efektif, terlebih bertepatan dengan musim libur sekolah yang menarik wisatawan berkunjung ke Kota Batu sehingga informasi dapat diterima bukan hanya oleh masyarakat Kota Batu, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah,” ujar Guntar.
Ia menambahkan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui prosedur yang benar.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan pencerahan mengenai tata cara bekerja ke luar negeri secara prosedural serta memastikan negara hadir memberikan jaminan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja. Pemahaman ini juga penting bagi para orang tua agar dapat memberikan izin dan dukungan kepada anak-anaknya yang memiliki keinginan bekerja ke luar negeri untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Melalui penyiaran secara langsung, informasi yang disampaikan tidak hanya menjangkau masyarakat di Kota Batu, tetapi juga pemirsa di berbagai wilayah yang menerima siaran Agropolitan TV. Momentum musim libur sekolah turut menjadi nilai tambah karena meningkatnya mobilitas wisatawan ke Kota Batu, sehingga pesan mengenai migrasi aman dapat diterima oleh masyarakat yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, Tim Produksi Agropolitan TV Kota Batu, Nicky Nastiti, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan P4MI Malang dalam menghadirkan program siaran edukatif mengenai peluang kerja ke luar negeri dan migrasi aman secara berkelanjutan sebagai bentuk pelayanan informasi kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara BP3MI Jawa Timur, Pemerintah Kota Batu, dan media penyiaran daerah, diharapkan Gerakan Nasional Migran Aman semakin dikenal masyarakat sehingga semakin banyak calon pekerja migran yang memilih jalur resmi, memahami hak dan kewajibannya, serta memperoleh pelindungan negara sejak proses persiapan, penempatan, hingga kembali ke Indonesia. []
