May 18, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Betapa Langit dan Bumi Membenci Orang yang Kikir

2 min read

JAKARTA – Bakhil atau kikir yaitu menahan atau rakus terhadap apa yang dimiliki orang lain, dan ini merupakan sifat yang dilarang Allah SWT karena termasuk salah satu penyakit hati.

Islam sangat membenci sifat bakhil karena sifat tercela ini menjadi salah satu karakter orang munafik yang tidak mau berkorban untuk kebaikan.

Sifat kikir, bakhil atau pelit dibenci bumi sekaligus langit. Mengumpulkan harta, tanpa mau berbagi. Orang-orang yang kikir tidak mau membersihkan diri dan harta mereka dengan sedekah.

Orang seperti ini jauh dari Allah, dari masyarakat, bahkan dari dirinya sendiri. Di samping dibenci oleh Allah dan masyarakat, orang yang kikir juga bersifat kerdil, rendah dan curang.

Melansir liputan6.com, ikon pelit dalam sejarah umat manusia adalah Qarun, si sombong yang mati bersama harta yang ia kumpulkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan kisah tersebut dalam surah Al Qasas ayat 78.

“Qarun berkata: ‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku’. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?” (QS Al-Qasas: 78).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa orang yang pelit itu pertanda bahwa kepercayaannya terhadap Allah hanya sedikit.

“Tidak akan berkumpul sifat kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (HR. An-Nasa’i).

 

Hukuman bagi orang kikir

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bagaimana kelak di akhirat, orang-orang yang gemar mengumpulkan harta tanpa ingat berbagi, maka harta-harta itu akan dikalungkan di hari pembalasan kelak.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.” (QS Ali Imran: 180).

Allah menegaskan bahwa kikir adalah perbuatan yang tidak baik dalam arti tidak mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Di dalam Hadisnya Nabi Muhamamd Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidak satu hari pun di mana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir.’ (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini mengaskan bahwa orang yang kikir hartanya akan musnah karena kekikirannya. Dikutip pikiran-rakyat.com dari kitab Nashaihul ibad, Abu Bakar As Shidiq mengatakan, ada tujuh akibat yang salah satunya akan menimpa orang kikir yaitu:

 

  1. Bila ia mati, hartanya diwarisi oleh orang yang suka menghabiskan dan membelanjakan hartanya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah
  2. Allah memberikan hartanya kepada penguasa zalim, lalu penguasa zalim mengambil hartanya setelah Allah menyiksa dirinya
  3. Allah menggerakkan kehendaknya yang dapat menghabiskan hartanya.
  4. Atau terpikir olehnya untuk membangun atau memakmurkan tempat-tempat amoral/maksiat, hingga hartanya itu hilang.
  5. Atau ia ditimpa musibah seperti hartanya tenggelam terbakar atau dicuri orang dan sebagainya
  6. Ditimpa penyakit kronis, lalu ia menghabiskan hartanya untuk berobat
  7. Atau ia menyimpan hartanya itu di berbagai tempat, lalu ia lupa, sehingga tidak bisa menemukannya. Wallahu A’lam. []
Advertisement
Advertisement