November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

China Menghimbau Warganya untuk Menimbun Barang Kebutuhan Pokok Untuk Penuhi Kebutuhan Sampai Musim Semi

2 min read
-

HONG KONG – Pemerintah China secara mendadak telah mendesak para keluarga untuk menimbun persediaan penting jika terjadi keadaan darurat. Sebagaimana diwartakan CNN, hal itu diumumkan oleh Kementerian Perdagangan pada Senin (01/11/2021) malam waktu setempat dengan pemberitahuan mengarahkan pemerintah daerah untuk mendorong warga agar ‘menimbun kebutuhan sehari-hari’. Kebutuhan dasar yang dimaksud termasuk sayuran, minyak, hingga unggas.

Dalam pengumumannya, kementerian juga mendesak pihak berwenang untuk memastikan agar warga memiliki persediaan yang memadai dari kebutuhan pokok musim dingin ini hingga musim semi berikutnya. Kendati demikian, kementerian tidak memberi alasan jelas mengapa warga harus mulai mengumpulkan kebutuhan dasar.

Namun diketahui, China saat ini sedang memberlakukan penguncian virus corona. Langkah itu juga datang di tengah kekhawatiran atas pasokan sayuran setelah hujan lebat yang tidak biasa merusak tanaman.

Di tengah situasi itu, kementerian perdagangan meminta pemerintah setempat untuk menjaga rantai pasokan agar berjalan lancar dan harga tetap stabil.

Namun, karena pengumuman itu, warga sudah terlanjur khawatir dan dilanda ‘panic buying’ ‘atau pembelian karena panik. Peringatan yang mendadak itu juga akhirnya mengirimkan gelombang kejutan melalui media sosial China sejak Selasa (02/11/2021).

Dalam komentarnya, warga mengamini soal panic buying di sekitar lingkungan mereka. Sedangkan sejumlah pengguna lain sibuk berspekulasi tentang alasan mengapa kementerian menyuruh warga untuk mulai mengumpulkan kebutuhan dasar.

“Begitu berita ini keluar, semua orang tua di dekat saya menjadi gila, ‘panic buying melanda supermarket-supermarket,” tulis seorang pengguna di situs media sosial China Weibo, dikutip BBC.

“Pemerintah bahkan tidak menyuruh kami untuk menimbun barang saat wabah Covid merebak di awal 2020,” tulis salah satu pengguna Weibo menanggapi kabar tersebut.

“Mereka (pemerintah) mungkin tidak mampu membeli sayuran musim dingin ini,” tambah yang lain.

Sementara itu, media-media pemerintah telah berupaya meredakan kekhawatiran di tengah masyarakat. The Economic Daily, sebuah surat kabar yang didukung Partai Komunis China, adalah salah satunya. Koran ini mendesak para pembacanya untuk tidak khawatir, dengan mengatakan bahwa saran pemerintah hanya ditujukan untuk memastikan bahwa rumah tangga siap jika penguncian diumumkan di daerah mereka.

Penyiar kantor berita negara CCTV lalu menambahkan bahwa pengumuman yang meminta keluarga untuk menimbun kebutuhan telah ‘dibaca berlebihan’. Mereka juga sampai merilis wawancara dengan Zhu Xiaoliang, seorang pejabat kementerian perdagangan, yang mengatakan bahwa pasokan harian untuk warga adalah ‘cukup dan sepenuhnya terjamin’. Menurut CCTV, Zhu mengatakan bahwa pengumuman ditujukan untuk otoritas lokal.

Hu Xijin, editor tabloid Global Times yang dikelola pemerintah, juga ikut berkomentar. Dalam pernyataannya, Xijin menepis anggapan bahwa pemberitahuan dikaitkan karena adanya ketegangan antara Beijing dan Taipei.

Harga makanan yang naik menjadi hal yang lumrah di China saat musim dingin mendekat. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, warga dibuat resah karena harga sayuran ikut melonjak karena cuaca ekstrem.

Sementara itu, negara itu terus memberlakukan penguncian ketat untuk mengatasi virus corona. China berharap bisa mencapai nol infeksi sebelum menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, yang dimulai pada Februari 2022.

Sebanyak 92 kasus baru virus corona dilaporkan di China pada hari Senin, dan Shanghai Disneyland ditutup setidaknya selama dua hari setelah seorang pengunjung akhir pekan dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali ke rumah. []

Advertisement
Advertisement