April 17, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Genjot Kualitas Calon PMI, Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi

2 min read

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi pekerja migran Indonesia agar lebih berdaya saing di pasar kerja internasional. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri P2MI, Mukhtarudin, dengan perwakilan dari 10 perguruan tinggi di Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Mukhtarudin menjelaskan, KP2MI telah merampungkan 11 MoU dan enam perjanjian kerja sama (PKS) dengan mitra strategis dari kalangan perguruan tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pekerja migran yang terampil dan berkualitas, mulai dari penyiapan sumber daya manusia, proses penempatan, hingga pemberdayaan.

“Dalam konteks tersebut, peran perguruan tinggi sangat penting, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan pemberi kerja di luar negeri,” ujarnya.

Menurut Mukhtarudin, langkah ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan pekerja migran sekaligus meningkatkan kualitas SDM Indonesia di sektor tersebut. Ia menegaskan KP2MI berperan sebagai regulator dan fasilitator dalam menjembatani kebutuhan global dengan kemampuan lulusan perguruan tinggi.

“KP2MI tidak punya instrumen untuk mencetak tenaga kerja dan itu ada di perguruan tinggi. Kami akan memastikan link and match antara kebutuhan global dengan kompetensi yang disiapkan kampus,” jelasnya.

Kerja sama ini juga merupakan implementasi kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satu kampus yang terlibat adalah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UMSURA, Radius Setiyawan, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program tersebut. Ia menyebutkan, UMSURA memiliki sejumlah program studi yang relevan dengan kebutuhan pasar global, seperti keperawatan, kebidanan, serta bidang kesehatan lainnya. Selain itu, fakultas teknik juga mulai diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri internasional.

Radius menambahkan, alumni UMSURA telah tersebar di berbagai negara melalui inisiasi Migran Center. Oleh karena itu, kampus berkomitmen menyiapkan lulusan secara lebih matang, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas. “Internasionalisasi bukan hanya mobilitas mahasiswa, tetapi juga kesiapan lulusan untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Ia menegaskan, UMSURA berkomitmen mencetak lulusan yang siap berkiprah di berbagai sektor profesional, baik kesehatan, pendidikan, teknik, maupun bidang lainnya di kancah internasional. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply