Pemerintah Mengkaji Dampak Pengiriman Uang Oleh PMI ke Desa
2 min read
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan kajian untuk mengukur dampak remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhadap perekonomian, mulai dari tingkat keluarga, desa, daerah, hingga nasional.
Remitansi merupakan uang yang dikirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negara tempat mereka bekerja kepada keluarga atau pihak lain di Indonesia. Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Fachri mengatakan, kajian tersebut akan melihat dampak remitansi terhadap daya beli dan aktivitas ekonomi di daerah asal PMI.
“Nanti ini akan menghasilkan sebuah kajian apa dampak remitansi terhadap daya beli di tingkat keluarga, di tingkat desa, di tingkat daerah, bahkan di tingkat nasional,” kata Fachri dalam acara kerja sama Women’s World Banking dan KP2MI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Fachri, remitansi diterima langsung oleh keluarga PMI. Dana tersebut kemudian digunakan untuk transaksi dan konsumsi yang ikut menggerakkan aktivitas ekonomi. Meski demikian, dampak remitansi terhadap ekonomi keluarga dan ekonomi lokal masih perlu diukur lebih lanjut.
Kajian tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Fachri mengatakan, hasil kajian akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi KP2MI dan pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah desa dan pemerintah daerah.
“Studi” Desa Kantong PMI Kajian mengenai remitansi akan dilanjutkan dengan penelitian lain. Salah satunya membandingkan desa yang menjadi kantong PMI dengan desa yang bukan menjadi kantong PMI.
Perbandingan tersebut akan melihat perilaku ekonomi dan perkembangan daya beli masyarakat di kedua kelompok desa.
“Kita perlu juga ke depan untuk melakukan studi komparatif desanya, antara desa yang menjadi kantong PNI dengan desa yang bukan menjadi kantong PNI. Bagaimana perilaku ekonomi, bagaimana perkembangan daya beli di kedua desa itu juga perlu kita release kepada masyarakat,” kata Fachri.
Menurut Fachri, kajian awal mengenai dampak remitansi akan menjadi tahap pertama sebelum penelitian lanjutan dilakukan.
Remitansi Didorong Masuk Investasi
Pemerintah juga mendorong agar remitansi yang diterima keluarga PMI tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga investasi.
Fachri mengatakan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menggagas konsep brain circulation. Konsep tersebut mendorong PMI yang kembali ke Indonesia membawa pengalaman yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk membangun daerah asal.
“Uangnya bisa dipakai untuk berusaha atau untuk berinvestasi,” ujar Fachri.
Pemerintah juga dapat menyediakan pilihan investasi yang aman bagi keluarga PMI. Salah satunya melalui produk investasi yang disediakan lembaga keuangan.
Fachri mencontohkan tabungan emas sebagai salah satu pilihan yang diminati pekerja migran berdasarkan survei yang dilakukan. []
Sumber Kompas
