September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Presiden Jokowi Jalani Vaksinasi Kedua, Vaksinasi untuk Masyarakat Luas Dimulai Pertengahan Februari

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang kedua di Istana Negara. Hal ini dilakukan setelah dirinya ikut dalam vaksinasi yang pertama pada 13 Januari 2021 lalu.

Dalam siaran langsung, Jokowi pun mengikuti proses yang dilakukan sama seperti vaksinasi pertama, yakni pemeriksaan suhu, diperiksa tekanan darahnya.

Berdasarkan pantauan visual, Jokowi terlihat melaksanakan vaksinasi yang kedua di halaman Istana Negara dengan mengenakan jaket berwarna merah.

Setelah dilakukan pemeriksaan suhu, dan mengukur tekanan darah, lalu Kepala Negara tersebut langsung menuju tempat penyuntikkan vaksin.

Sekadar diketahui, penyuntikkan dosis vaksin Covid-19 yang kedua dilakukan setelah 14 hari dilakukan setelah vaksinasi yang pertama. Saat itu, Jokowi pun menjalani vaksinasi yang pertama.

Usai mendapat vaksinasi kedua, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa kemungkinan masyarakat umum bisa mendapat vaksinasi COVID-19 pada pertengahan Februari 2021.

“Sesuai yang sampaikan di awal, pertama prioritas untuk tenaga kesehatan, dokter, perawat. Kemudian TNI dan Polri, pelayan publik, serta masyarakat nanti berbarengan. Saya kira di Februari pertengahan bisa masuk ke sana,” kata Presiden usai menerima vaksin COVID-19 untuk kedua kalinya di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/01/2021).

Presiden menjelaskan di tahap awal vaksinasi ditujukan untuk mereka yang menjadi prioritas dan berada di garda terdepan penanganan COVID-19, seperti para tenaga kesehatan.

“Pertama diprioritaskan ke tenaga kesehatan kemudian berikutnya TNI, Polri, pelayan publik,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi menargetkan jumlah realisasi vaksinasi bisa terus meningkat setiap harinya. Dengan kemampuan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan tiga ribu rumah sakit di Indonesia, dirinya menargetkan vaksinasi bisa mencapai 900 ribu hingga 1 juta orang setiap harinya.

“Tapi ini target, ini yang perlu waktu dan manajemen yang baik yang selalu saya sampaikan ke Menteri Kesehatan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan meskipun sudah divaksin, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

“Itu penting, karena kuncinya ada di situ, selain vaksinasi kuncinya menjaga protokol. Kurangi mobilitas ke mana-mana. Saya kira itu,” katanya.

Dalam kesempatan vaksinasi kedua itu, Presiden Jokowi juga mengaku tak merasakan apa-apa seperti saat vaksinasi perdana.

“Sama seperti yang dilakukan dua minggu lalu tidak terasa dan setelah dua jam hanya pegal-pegal dan sekarang sama sama aktivitas ke mana-mana,” ujar dia. []

Advertisement
Advertisement