May 9, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ratusan PMI Hong Kong Jadi Korban Investasi Jabon

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

BANDUNG – Anggota komunitas Green Warrior (GW) menuntut pertanggungjawaban manajemen PT Global Media Nusantara (GMN), terkait nasib investasi yang dikelola seperti pohon Jabon (Jati Kebon) yang belum menunjukkan tanda-tanda memberikan hasil panen.

Anggota komunitas GW merasa telah menjadi korban penipuan dan mendatangi Kantor Mulia Sejahtera milik PT Global Media Nusantara di Jalan Terusan Antapani nomor 175, Bandung.

Salah satu korban investasi pohon Jabon asal Cileunyi bernama Feri (40) mengatakan, dirinya mengajak teman-temannya yang berada di Hong Kong untuk berinvestasi pohon Jabon tersebut.

“Banyak Tenaga Kerja Wanita atau TKW di Hong Kong yang ikut serta program ini. Dulunya menggantungkan harapan. Saya diajak ketemu di KJRI di sana, tadinya bersyukur membantu TKW untuk bisa punya tabungan di sini,” ujarnya di Jalan Antapani, Sabtu (30/1/2021).

Feri menuturkan bahwa PMI di Hong Kong yang menjadi korban investasi Jabon berjumlah ratusan.

“Banyak bahkan ratusan orang yang ikut. Omset dari sana juga sampai milliaran. Pernah juga bikin acara di Hong Kong di sana, Pak Wira pemilik perusahaan juga sempat diundang hadir untuk menjelaskan programnya seperti apa, bahkan ketemu dengan orang KJRI di Hongkong. Intinya ini ketidakprofesionalan perusahaan, tidak serius,” ucapnya.

Setelah melewati waktu lima tahun, pohon Jabon yang diharapkan oleh Feri tak kunjung panen dan tidak terealisasi.

“Dulu, saya investasi Jabon itu sekitar Rp40 juta,” kata Feri.

Investor yang merasa menjadi korban pun terdiri dari seluruh Indonesia seperti Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera, Kalimantan, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dari para PMI Hong Kong dan Arab Saudi.

Sementara itu, bisnis ini kemudian terintegrasi menjadi International Green Invesment System disingkat IGIST. Modusnya, bisnis ini dapat menyelamatkan bumi, sedekah oksigen, penghijauan, dan gerakan mulia lainnya yang membuat banyak orang berminat menanamkan modalnya.

Banyak masyarakat tertarik bergabung dengan GW karena diiming-imingi keuntungan menggiurkan dari investasi pohon Jabon. Dengan pertumbuhan pohon yang cepat, investor dijanjikan sudah bisa panen di tahun ke-5 dan ke-10.

Satu pohon Jabon seharga Rp350 ribu, untuk keuntungannya pada tahun ke-5 bisa mencapai jutaan rupiah per pohonnya. Jika membeli lebih dari 10 pohon Jabon, maka keuntungan yang didapat pada tahun ke-5 mencapai puluhan juta rupiah.

Investor pohon dijanjikan panen lima tahun, dengan pembagian keuntungan 70:30, antara mitra sebagai pemilik pohon dan petani sebagai perawat yang bekerja sama dengan PT GMN. Panen kedua jangka waktu 3,5 tahun dengan pembagian 50:50. []

Sumber Ayo Network

Advertisement
Advertisement