June 13, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Terbiasa Mudah Mencela, Menurut Rasulullah, Begini Bahayanya

2 min read

ApakabarOnline.com – Mencela dan atau menghina orang lain adalah perbuatan yang amat dilarang oleh Islam. Islam adalah agama keselamatan dan kedamaian, yang tidak sama sekali membenarkan celaan kepada siapapun, baik kepada sesama muslim, non muslim, bahkan kepada binatang dan tumbuhan sekalipun.

Salah satu hadis Nabi riwayat Abu Daud mengatakan demikian, bahwa Rasulullah sebagai panutan umat Islam tak pernah sesekali mencela kepada siapapun, Rasulullah bersabda:

لَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا قَالَ فَمَا سَبَبْتُ بَعْدَهُ حُرًّا وَلَا عَبْدًا وَلَا بَعِيرًا وَلَا شَاةً

Artinya: “Janganlah engkau mencela seorangpun!” Abu Jurayyi berkata, “Maka setelah itu aku tidak pernah mencela seorang yang merdeka, seorang budak, seekor onta, dan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud).

Dalam hadis yang lain, yang diriwayatkan Imam Bukhari, disebutkan bahwa mencela orang lain adalah sebuah kefasikan. Demikian hadis tersebut menceritakan:

عَنْ زُبَيْدٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا وَائِلٍ عَنْ الْمُرْجِئَةِ فَقَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Artinya: “Dari Zubaid, dia berkata: “Aku bertanya kepada Abu Wail tentang Murji’ah (satu kelompok yang berpendapat bahwa bahwa amal tidak termasuk iman, sehingga kemaksiatan tidak membahayakan iman-pen), maka dia berkata: Abdullah telah menceritakan kepadaku bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Mencela seorang Muslim merupakan kefasikan, dan memeranginya merupakan kekafiran.” (HR. Al-Bukhâri).

Bukan hanya itu, orang Islam yang mengatakan kafir kepada sesamanya maka sama saja dengan ia telah membunuhnya. Demikian itu juga sebagaimana dikatakan dalam salah satu hadis riwayat Imam Bukhari:

عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ غَيْرِ الإِسْلاَمِ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ، وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، وَلَعْنُ المُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ، وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ

Artinya: “Dari Tsabit bin Adh-Dhahhak Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan selain agama Islam secara dusta, maka dia seperti apa yang dia katakan. Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, maka dia akan disiksa di neraka Jahannam dengannya.  Melaknat seorang mukmin seperti membunuhnya. Dan barangsiapa menuduh seorang mukmin dengan kekafiran, maka dia seperti membunuhnya.” (HR. Al-Bukhâri).

Melalui hadis-hadis di atas jelas bahwa Islam mekarang umatnya untuk mencela atau menghina kepada siapapun, baik kepada sesama orang Islam, non Islam, ataupun kepada binatang dan juga tumbuhan. Sebab Islam adalah agama kasih sayang untuk seluruh alam.[]

Advertisement
Advertisement