October 15, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tidak Punya Biaya ? Tenang, Pemerintah Siap Carikan Pinjaman untuk 6.680 Calon PMI yang Mau Berangkat

2 min read

JAKARTA – PT BPR BKK Jateng menjadi salah satu bank yang ditunjuk sebagai proyek percontohan program pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Tengah. Program yang diluncurkan melalui skema SMK Go Global ini menargetkan 6.680 peserta pada 2026, dengan dukungan beasiswa pemerintah untuk biaya pendidikan dan pelatihan hingga kebutuhan keberangkatan ke luar negeri.

Direktur Utama PT BPR BKK Jateng, Rudy Wahyu Triyanto, mengatakan program tersebut ditujukan untuk membuka akses kerja bagi lulusan sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Program ini juga diharapkan membantu mengurangi pengangguran melalui penempatan tenaga kerja di luar negeri.

“Program Pekerja Migran Indonesia ini program baru, baru diluncurkan bulan Agustus oleh Pak Presiden langsung, namanya SMK Go Global,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, peserta program dapat berasal dari lulusan SMA, SMK, diploma, hingga sarjana. Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di wilayah masing-masing.

Menurut Rudy, program tersebut menyediakan beasiswa untuk membiayai pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran. Untuk Jawa Tengah, kuota yang disiapkan mencapai 6.680 orang.

“Di Jawa Tengah tahun ini saja 6.680 orang yang akan dibuka untuk dilakukan pelatihan sesuai job order masing – masing. Jadi, kami akan membuat ekosistem pembiayaan terkait dengan keberangkatan dan penempatan CPMI melalui kerja sama antara PT BPR BKK Jateng dengan P3MI diketahui oleh BP3MI,” katanya.

Pembiayaan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan calon pekerja migran, mulai dari pengurusan dokumen perjalanan hingga biaya hidup pada masa awal penempatan sebelum menerima gaji. Dengan dukungan itu, calon peserta diharapkan dapat mengikuti proses persiapan dan keberangkatan dengan tenang tanpa harus mencari sumber pembiayaan.

Rudy menambahkan, program tersebut disiapkan untuk penempatan pekerja migran di 12 negara tujuan. Sebelum diberangkatkan, peserta akan menjalani pendidikan dan pelatihan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sesuai job order di negara tujuan.

Ia menegaskan, job order dan perusahaan yang menjadi tujuan penempatan akan melalui proses verifikasi pemerintah. Karena itu, sosialisasi dinilai penting agar masyarakat memahami mekanisme program dan memperoleh informasi yang tepat mengenai peluang kerja di luar negeri.

“Kami berharap dukungan dan sinergi dari Kementrian KP2MI, BP3MI dan Pemerintah Daerah bisa berperan aktif karena peluang tersebut sangat besar,” ujarnya.

BPR BKK Jateng menyatakan siap berkolaborasi dengan BP3MI Jawa Tengah serta para stakeholder untuk menyosialisasikan program SMK Go Global. Program ini diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi lulusan baru, membantu mengurangi pengangguran, serta meningkatkan kontribusi Devisa. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply