November 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Usia Kehamilan Lebih Tua Dibanding Usia Pernikahan, Kok Bisa ?

2 min read
Prime Banner

ApakabarOnline.com – Memiliki seorang anak merupakan hal sangat membahagiakan bagi setiap pasangan yang menikah. Namun, bagaimana jika usia kehamilan istri justru lebih tua dari usia pernikahan?

Hal ini tentu kerap terjadi dan menimbulkan berbagai pertanyaan. Termasuk kabar buruk dan pikiran negatif yang bisa datang dari suami maupun orang lain.

Terkait permasalahan tersebut, seorang pemilik akun Twitter bernama Cahyanti, @cahyaftr, mencoba menjelaskan bagaimana bisa usia kehamilan seseorang lebih tua dibandingkan usia pernikahannya.

Menurut Cahyanti, seperti dilansir dari unggahannya, usia kehamilan seseorang bukan dihitung dari tanggal pernikahan. Melainkan mulai dihitung dari hari pertama menstruasi atau haid terakhir.

“Kok bisa? Kan baru nikah 2 minggu? Tapi kok hamil 1 bulan 5 hari?

FYI, perhitungan usia kehamilan itu dimulai dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) bukan tanggal nikah..

Ini sepele banget, tapi wajib tau yaa calon manten/ yg belum nikah,” jelasnya.

Misalnya, seseorang mengalami menstruasi terakhir sebelum menikah pada tanggal 17 Februari. Kemudian, ia melangsungkan pernikahannya pada 8 Maret. Selanjutnya pada 22 Maret, ia melakukan cek kandungan ke dokter atau bidan dan hasilnya usia kandungan satu bulan lima hari.

Usia tersebut dihitung dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir sebelum menikah, yaitu tanggal 17 Februari.

“Nih ya misal:

Hari pertama haid terakhir : 17 februari

Tanggal nikah : 8 maret

Cek ke bidan : 22 maret

Usia kehamilan : 1 bulan 5 hari,” jelas pemilik akun @cahyaftr.

Namun, menurut Cahyanti, perhitungan tersebut tidak bisa dilakukan kepada semua wanita. Hal ini dikarenakan siklus menstruasi pada setiap wanita berbeda-beda.

Untuk itu, bagi para wanita yang baru saja menikah sebaiknya melakukan pengecekan keadaan kandungan melalui USG.

“Ngga tau yaa aku.

FYI ga semua wanita haidnya 28 hari sekali yaa… ada (beneran ada) tmen aku haidnya 6 bulan sekali.

Jadi mending USG aja biar jelas,” tuturnya.

Lantas, mengapa usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir?

Alasannya adalah masa kesuburan setelah menstruasi. Para ahli menyebutkan bahwa ovum atau sel telur akan keluar pada hari ke-14 setelah menstruasi terakhir. Sehingga, usia janin dapat diprediksi dengan menghitung hari terakhir menstruasi.

Jadi, jangan gampang berpikiran buruk ya![]

Sumber Akurat Penulis Silvia Nur Fajri

Advertisement