May 15, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berkat Upaya Pemerintah, Hampir 5 Ribu Lulusan SMK di Jawa Timur Diterima Menjadi PMI

2 min read

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, melepas ratusan peserta magang dan pekerja migran lulusan SMK yang akan bekerja di luar negeri. Pelepasan dilakukan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).

Sebanyak 967 peserta diberangkatkan dalam tahap awal ini. Mereka terdiri dari 898 peserta asal Tulungagung, 54 dari Kabupaten Trenggalek dan 15 dari Kabupaten Pacitan.

Sebagai simbol pelepasan, Gubernur Khofifah menyerahkan jaket kepada perwakilan peserta magang dan pekerja migran.

“Pemberangkatan se-Jatim sebenarnya dilakukan 19 Mei. Tapi Kemendikdasmen minta tanggal 20 Mei, kami ikuti itu,” ujar Khofifah.

Jepang Jadi Negara Favorit

Khofifah mengatakan, koneksitas lulusan SMK dengan dunia kerja luar negeri selama ini terus berkembang. Menurutnya, peluang kerja bagi lulusan SMK harus terus diperluas dengan diversifikasi profesi dan penguatan kemampuan bahasa.

Ia mencontohkan peluang kerja di Jerman untuk bidang pengelasan bawah air, sementara Jepang membuka banyak kesempatan di sektor pertanian, manufaktur dan perhotelan.

“Diversifikasi profesi dari SMK sangat penting, tapi juga kemampuan bahasa. Keduanya harus menyatu,” kata Khofifah.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa total lulusan SMK yang akan diberangkatkan dari seluruh Jawa Timur mencapai 4.920 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 3.186 peserta magang dan 1.734 pekerja migran.

“Negara tujuannya seperti Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Korea Selatan. Jepang yang paling banyak diminati,” ujar Aries.

Ribuan Lulusan SMK Disiapkan Kerja di Luar Negeri

Aries menjelaskan, peserta berasal dari 112 SMK di Jawa Timur, terdiri dari 51 SMK negeri dan 61 SMK swasta.

Secara keseluruhan, Tulungagung menjadi daerah penyumbang terbesar dengan 1.628 pekerja, disusul Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kabupaten Malang dan Tuban.

Sementara SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah dengan kontribusi terbesar, yakni mencapai 717 pekerja.

“Lama kontrak ada yang 3 tahun, ada yang 5 tahun. Misalnya yang magang 3 tahun, karena sudah nyaman bisa diteruskan jika masa kerja berakhir,” tutur Aries.

Bidang pekerjaan yang ditempati para lulusan cukup beragam, mulai industri, teknologi, farmasi hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

– Sebanyak 967 peserta dilepas di Tulungagung

– Total lulusan SMK Jatim yang bekerja ke luar negeri mencapai 4.920 orang

– Jepang menjadi negara tujuan paling diminati

– Bidang kerja meliputi industri, hotel, farmasi hingga AI

– Peserta berasal dari 112 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur

Pembekalan Bahasa Jadi Kunci

Menurut Aries, sebelum diberangkatkan para peserta harus menjalani pelatihan bahasa dan pembekalan keterampilan kerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Sebenarnya di sekolah mereka juga diajar bahasa, namun butuh sertifikasi untuk bekerja di luar negeri. Mereka cari sertifikasi di luar,” jelasnya.

Meski jumlah lulusan SMK yang bekerja di luar negeri masih relatif kecil, dibanding total lulusan yang mencapai sekitar 200 ribu siswa per tahun, namun peluang tersebut dinilai strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka lulusan SMK di Jawa Timur.

Khofifah menilai, lulusan SMK Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan semakin diminati pasar kerja internasional.[]

Sumber Tribun Network

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply