August 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Masa Lalu Pernah Menjadi PMI, Tak Menghalangi Mujibatun Meraih Gelar Profesor

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Bagi sebagian orang, merantau menjadi pekerja migran setidaknya telah memutus waktu dari lulus sekolah menengah atas ke jenjang selanjutnya memasuki perguruan tinggi. Anggapan demikian memang benar. Namun bukan berarti, secara akademik, orang yang memutuskan untuk menjadi pekerja migran telah kehilangan kesempatan melanjutkan jenjang pendidikannya.

Beberapa waktu yang lalu, seorang mantan PMI di Serang Banten menduduki jabatan sebagai dekan Fakultas Hukum sebuah Universitas.

Kali ini, seorang mantan PMI bisa menyabet gelar guru besar atau profesor (bukan profesor kehormatan) dimana dirinya juga memiliki gelar Doktoral.

Adalah Profesor Dr. Mujibatun adalah Guru Besar atau Profesor Ilmu Hadist, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.

Ternyata, sebelum jadi Guru Besar, Mujibatun pernah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

Dinukil dari Okezone, kisah hidupnya menjadi PMI berawal dari tahun 1984. Beberapa bulan setelah lulus kuliah, ada informasi menjadi PMI di Arab. Selain bekerja juga bisa menunaikan ibadah haji. Ia akhirnya tertarik menjadi PMI, mendaftar menjadi pengajar membaca anak-anak.

Tahun 1985, ia menandatangai kontrak kerja selama 2 tahun. Ia berangkat dengan rombongan CPMI yang alumni dari Perguruan Tinggi sebanyak 2 bus.

Sampai di rumah majikannya di Riyadh, ia terkagum-kagum melihat rumahnya yang begitu megah dan luas seperti keraton. Majikannya seorang Emir atau Menteri di kerajaan Arab Saudi.

Ia menghitung kamarnya ada 100 buah. Tugasnya mengajar anaknya yang masih kecil, baca tulis. Sehari-hari menemani anaknya belajar membaca. Di rumah itu selain keluarga majikan, juga tinggal pembantu.

“Seingatan saya, pembantunya untuk masak 5 orang dari Sudan, untuk mengantar makanan dari Srilanka 3 orang dan untuk membersihkan kebun 5 orang,” katanya.

Mobil majikannya ada beberapa seperti Cadilac, Mercedes yang terbaru saat itu, Porsche dan Ferari. Di bawah rumahnya terdapat bunker yang bisa untuk main bola , main basket atau bulu tangkis. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply