October 24, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Memaknai Tahun Baru Ditengah Pandemi yang Masih Mengharu Biru

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Tahun baru 2021 bagi generasi adab sekarang berlangsung dan terjadi dalam situasi yang berbeda dengan momen pergantihan tahun tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 menjadi “tamu” panjang yang tidak bisa ditampik penghuni bumi.

Biasanya, ada banyak cara yang dilakukan dalam perayaan tahun baru masehi. Seringkali perayaan dengan berbagai acara-acara spektakuler kembang api dan beragam acara lainnya.

Seperti pengadaan panggung musik hiburan oleh berbagai pihak penyelenggara . terkadang hal tersebut menghabiskan biaya nominal yang tidak sedikit untuk sekedar menyambut datangnya tahun baru.

Banyak tempat yang biasanya akan terisi ramai saat malam tahun baru adalah di pantai dan di tempat panggung hiburan wadah masyarakat berkumpul untuk menghabiskan malam tahun baru .

Namun, tahun baru 2021 tidaklah seperti tahun baru sebelum-sebelumnya. Normalitas perayaan tahun baru 2021 bukanlah normalitas seperti saat situasi tanpa pandemi corona.

Banyak negara dan kota yang mengumumkan peniadaan pesta menjemput pergantian tahun. Pesta dan ceremoni diadakan secara daring dan warga diperislahkan menikmati hikmadnya ceremoni dari rumah masing-masing.

Memaknai tahun baru tak harus melulu tentang “ pesta besar “ . Banyak hal yang dapat dilakukan mulai dari hal yang bersifat postif seperti kegiatan spiritual, dzikir bersama untuk umat Islam atau kegiatan agama lainnya .

Momentum tahun baru bisa digunakan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, bersyukur karena masih diberikan umur hingga berganti tahun .

Karena terkadang tidak tidak disadari kehadiran waktu dan melupakan sebenarnya banyak nilai yang dapat kita ambil ambil dari momentum tahun baru .

Menuju tahun baru dibutuhkan perubahan yakni introspeksi diri. Instrospeksi diri dari segala bentuk perbuatan , tindakan pada tahun tahun sebelumnya.

Dirasakan bersifat negatif seperti merugikan orang lain dan menyusahkan orang lain . pada tahun yang akan datang bisa di ubah menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dan berguna .

Tahun sebelumnya adalah tolak ukur mengingat hal-hal yang tercapai. Sedangkan tahun akan datang adalah masa dimana hal lebih berguna senantiasa dilakukan agar apa yang diinginkan, dicita-citakan dapat terwujud .

Memperingati tahun baru dengan berkumpul sebenarnya tidak masalah, hanya saja harus tetap bermakna.

Jika melewati tahun baru hanya dengan pesta -pesta tetapi tidak memiliki makna , maka kita akan menjadi orang yang rugi .

Sebaliknya jika mampu untuk memaknai tahun baru sebagai titik untuk menuju kearah lebih baik maka akan beruntung di tahun mendatang .

Memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan mengisi dengan berbagai kegiatan positif, adalah hal yang benar.

Tidak sekedar ikut ikutan dalam merayakan tahun baru padahal tidak mengetahui maknanya. []

Advertisement
Advertisement