December 6, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Modalnya Nekad, Pemuda Asal Madiun ini Raup Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan dari Jualan Susu

2 min read

MADIUN – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar orang sadar dengan kondisi kesehatannya. Banyak yang menjaga asupan makanan dan minuman, serta rajin berolah raga demi menjaga imunitas tubuh supaya enggak mudah terserang penyakit. Fenomena ini yang kemudian dibaca Fadlitsaniya Abshar Nurramadan, seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Cowok 25 tahun ini melihat peluang dan memilih berbisnis susu kedelai, yang menurutnya bakal banyak dilirik orang sebagai minuman yang berkhasiat untuk tubuh. Selain cocok untuk diet, susu ini juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, karena rendah gula dan kalori.

Produknya ia beri label ‘Akang Klimis’, sesuai dengan penampilannya yang selalu klimis dan rapi.

“Kan awal pandemi. Saya baca tren pandemi berbau kesehatan pasti ramai. Ya saya meluncurkan produk berbasis kesehatan. Ya susu kedelai Ini,” ujarnya, Selasa (15/03/2022).

Bisnis rumahan ini bermula September 2021 lalu, saat dirinya sedang skripsi. Karena enggak ada lagi mata kuliah, Fadli akhirnya pulang ke rumahnya di Madiun dan memulai bisnisnya dari rumah.

Modalnya cuma nekat, karena ia harus membagi waktu antara melakukan penelitian akhir sambil berjualan susu kedelai rumahan.

“Saya waktu sidang skripsi secara online sambil remas-remas kedelai. Karena waktu itu pesanan lagi banyak-banyaknya. Jadi atas pakai pakaian rapi, tangan remas-remas,” kisahnya sambil tertawa.

Usahanya itu enggak sia-sia. Dari hasil berjualan susu kedelai, Fadli akhirnya bisa membiayai hidupnya sendiri tanpa bantuan orang tua, termasuk membiayai skripsi dan penelitiannya kala itu.

Pun Fadli berencana akan menempuh pendidikan S2 dengan biaya sendiri.

Saat Ini, Fadli sudah lulus dan bergelar sarjana Informatika. Namun demikian, Fadli memilih untuk tetap berjualan susu kedelai dari pada mencari pekerjaan.

“Tetap pilih membuat susu kedelai saja. Karena memang menghasilkan cuan. Saat Ini aja per bulan bisa Rp 2 jutaan kalau sepi. Kalau ramai ya lebih dari Rp 6 jutaan,” akunya

Fadli menjelaskan bahwa susu kedelai produknua terbuat dari kedelai murni, yang ia produksi secara manual sendirian. Dalam sehari Fadli biasanya mengolah setengah sampai satu kilogram kedelai untuk pembuatan 10 sampai 20 liter susu kedelai, dalam berbagai ukuran.

Mulai dari ukuran 150 ml yang ia jual seharga Rp2 ribu, botol kecil 250 ml seharga Rp5 ribu, Rp10 ribu untuk botol 600 ml dan botol 1 liter yang ia jual Rp13 ribu.

Produk susu kedelai buatan Fadli bisa dinikmati dalam berbagai varian rasa. Ada rasa original, cokelat, mocca, strawberry, durian dan kurma.

Selama ini Fadli memasarkan produk susu kedelai buatannya melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Enggak main-main, pelanggannya bahkan datang dari berbagai kalangan dan sejumlah instansi pemerintahan maupun BUMN.

Bukan cuma di dalam kota, susu kedelai buatan Fadli juga telah merambah kota lain seperti Malang, Bekasi, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Kecenya, Fadli sekarang sudah punya empat dropshipper. Tiga di Kota Madiun dan satu lainnya di Bekasi, Jawa Barat.

”Pengemasan ke luar kota harus dalam bentuk susu beku agar tidak basi. Olahan saya mampu bertahan tujuh jam di tempat terbuka dan dua hari jika disimpan di lemari pendingin. Sedangkan jika dibekukan di freezer bisa tahan sampai seminggu,” pungkasnya. []

Sumber Indo Zona

This slideshow requires JavaScript.

Advertisement
Advertisement