September 27, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Parameter Pertumbuhan UMKM di Indonesia Dinilai Tidak Jelas

2 min read

JAKARTA – Anggota Komisi XI Kamrussamad meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadi leading sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air.

Menurutnya, meski semua kementerian/lembaga memiliki perhatian terhadap UMKM, namun dari segi parameter pertumbuhan tidak jelas. Dia menilai hal itu baik dari aspek teknologi, dari aspek produksi, aspek  jangkauan pasar, dari aspek pengelolaan manajer keuangan, hingga sumber daya manusia (SDM).

“Bukan cuma kementerian, lembaga juga bicara UMKM,  BI (Bank Indonesia), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), semua bicara UMKM. Tetapi,  mohon maaf, tidak jelas parameter dari mikro ke kecil berapa yang naik kelas, dari kecil ke menengah berapa yang naik kelas?,” kata Kamrussamad dalam rapat kerja dengan Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di Senayan, Jakarta, Kamis (3/2).

Kamrussamad berharap, leading sektor UMKM masuk di rencana kerja prioritas 2023 Bappenas. Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta pihak perbankan untuk mendorong pemberian pinjaman bagi UMKM. Saat ini rata-rata penyaluran kredit UMKM sendiri sebesar 18%.

“Tapi mohon maaf, kalau struktur ekonomi kita masih mengandalkan UMKM, tidak terintegrasi dengan kelembagaan koorporasi, saya agak pesimis kita bisa mencapai Indonesia Emas di 2045, lima besar ekonomi dunia, kalau kita mengandalkan semua medium enterprise terus,” ujar politikus Partai Gerindra ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut, 99,9% pelaku usaha di Indonesia merupakan pelaku UMKM. Menurutnya, meskipun jumlahnya besar porsi kredit di perbankan masih belum berubah.

“Masih ada di kisaran, ini sekali lagi ini sudah mungkin tiga, empat kali saya sampaikan di kisaran 20% saja,” katanya saat membuka pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan di Istana Bogor, Kamis (20/01/2022).

Jokowi mengatakan bahwa target di tahun 2024 porsi kredit untuk UMKM di perbankan diharapkan bisa mencapai 30%. Di mana untuk mencapai angka tersebut Jokowi mengatakan tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan alamiah saja. Kata Jokowi, perlu sebuah terobosan yang harus dimulai dari sekarang. Salah satunya dengan tidak mempersulit akses permodalan bagi UMKM. []

 

 

 

Advertisement
Advertisement