Saya Bukan PSK, Saya Hanya Terlalu Rajin Memanjakan Alat Setrum Saja dengan Imbalan
2 min read
HONG KONG – Sebuah tayangan TV nasional Hong Kong baru baru ini membuat geger jagat perpekerja rumah tanggaan asing di Hong kong, pasalnya, tayangan tersebut mengungkapkan sebuah fakta memilukan sekaligus memalukan terkait dengan perilaku seorang PRT asing yang selama ini hanya menjadi desas desus belaka.
Kru sebuah program TV tersebut menyusun rencana rapi untuk melakukan investigasi terkait praktik prostitusi yang dilakukan oleh PRT asing di Hong Kong disela sela status mereka sebagai domestic helper.
Setelah melakukan penelusuran ke berbagai sumber dan kanal sosial media, kru tersebut akhirnya berhasil menemukan salah satu PRT asing yang bersedia untuk diajak kencan dengan tarif HKD 1.000 untuk kencan short time alias kencan satu kali muncak saja.
Janjipun dibuat, hingga PRT asing tersebut berhasil dipancing untuk datang ke sebuah hotel yang telah disepakati setelah sebelumnya kru membayar uang DP sebesar HKD 1.00.
Sesampai di kamar hotel tersebut, kru program TV bertanya tanya berbagai hal terkait dengan aktifitas memanjakan alat setrum.
Mulai dari sudah berapa lama dan berapa kali, hingga apakah majikan mengetahui.
Merasa kliennya tidak segera memulai aktifitas dimanjakan alat setrumnya, PRT asing yang disamarkan dengan nama panggilan Kelly tersebut mendesak kru TV dengan nada agak tinggi agar segera memulai ritual memanjakan alat setrum, melunasi pembayaran dan transaksi selesai.
Ditengah tengah desakan tersebut, tetiba masuk seorang intel perempuan yang langsung menangkap basah Kelly.
Kelly yang merasa terjebakpun akhirnya membela diri dengan mengucapkan “Saya Bukan PSK, Saya Hanya Terlalu Rajin Memanjakan Alat Setrum Saja dengan Imbalan”
Dengan tanpa perlawanan, setelah sebelumnya berkelit bahwa dia bukan PSK, petugas membekuk Kelly untuk diproses secara hukum. []
