June 14, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

TIGA STRATEGI SONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 4.0

2 min read
Menaker Hanif Dzakiri |Foto Istimewa

Menaker Hanif Dzakiri |Foto Istimewa

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meminta masyarakat tidak perlu takut dengan revolusi industri 4.0 (generasi keempat). Pasalnya, sejak berlangsung revolusi industri pertama hingga ketiga, manusia terbukti tetap bisa bertahan. ”Kita tidak perlu takut dengan revolusi industri generasi keempat. Yang penting, kita semua bisa menyesuaikan diri, termasuk juga dunia industri,” ujar Hanif saat menghadiri Diskusi Tempo Economic Briefing bertajuk “Meningkatkan Daya Saing Indonesia Dengan Revolusi Industri 4.0” di Jakarta, Kamis (15/11).

Hanif mengatakan, untuk menghadapi revolusi industri jilid empat, pemerintah telah menyiapkan tiga strategi transformasi. ”Pertama, Industry Transformation Strategy. Strategi ini bertujuan agar industri tidak mengalami industries shock maupun manpower shock, karena adanya perubahan model bisnis,” tuturnya.

Strategi kedua, Future Jobs. Seiring perkembangan model bisnis, kata Menaker, ada beberapa pekerjaan yang akan hilang. Namun, di sisi lain, juga akan lahir jenis-jenis pekerjaan baru. ”Yang ketiga, Manpower planning. Dengan adanya perubahan jenis pekerjaan, maka skill yang dibutuhkan juga akan berubah. Sehingga, harus ada pemetaan terkait skill apa yang akan dibutuhkan dan tidak dibutuhkan lagi,” ujarnya.

Hanif Dhakiri melanjutkan, saat ini pemerintah juga telah menyiapkan program untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi revolusi industri keempat. ”Program pengembangan SDM itu terdiri atas tiga langkah strategis. Pertama, meningkatkan link and match antara supply dan demand SDM. Kedua, masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi. Ketiga, pemagangan berbasis jabatan,” kata Hanif.

Agar program tersebut bisa berjalan, Hanif Dhakiri meminta seluruh stakeholder terkait ikut mendukung, sehingga bangsa ini bisa bertahan dalam menghadapi revolusi industri keempat. ”Pemerintah tidak bisa sendiri. Pemerintah harus bersama-sama dengan dunia usaha, teman-teman serikat pekerja, dan elemen masyarakat sipil lainnya,” ujarnya.

Senada dengan Hanif, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menekankan ihwal pentingnya peningkatan kompetensi SDM. ”Bukan bagaimana membeli teknologi, tapi mendidik manusianya. Teknologi bisa dibeli, SDM tidak bisa dibeli. Inti perubahan adalah SDM. Makanya, pemerintah akan fokus membangun kualitas SDM sambil membangun industrinya,” ungkap Wapres.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, revolusi industri keempat merupakan peluang bagi Indonesia untuk melangkah ke depan. ”Revolusi Industri 4.0 merupakan instrumen bagi Indonesia untuk meloncat lebih tinggi. Tentunya tanpa melupakan revolusi industri 1, 2, dan 3. Semua harus berjalan secara paralel,” jelas Airlangga. (DTF)

 

Advertisement
Advertisement