September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berawal dari Nitip di Kantin Sekolah, Penthol Goreng Mbak Yanti Kini Beromset 4 Juta Per Hari

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

MADIUN – Masyarakat Madiun mungkin sudah tidak asing dengan warung Pentol Goreng Ceker Lunak Mbak Yanti yang berada di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Seperti namanya, warung ini menjajakan jajanan berupa pentol goreng dan ceker lunak.

Warung ini sangat ramai dikunjungi pencinta kuliner. Pemilik warung ini bernama Luki Dariyanti. Wanita berusia 43 itu mulai membuka usaha ini sejak 2007.

Yanti awalnya seorang ibu rumah tangga yang berkeinginan mendapatkan penghasilan untuk menambah perekonomian keluarga.

Kala itu, bisnis jualan kuliner pentolnya belum semulus sekarang. Dia menjual jajanan pentol ini berawal dari menitipkan produknya di kantin-kantin sekolah yang ada di Madiun.

“Awalnya belum jualan pentol goreng, tapi masih pentol rebus. Sempat berjalan beberapa bulan, lakunya sedikit-sedikit, kerap tidak habis,” kata dia saat berbincang di kedainya beberapa waktu lalu.

Pusing karena produknya kerap tidak laku, Yanti kemudian berinovasi dengan menggoreng pentol tersebut. Satu tusuk berisi 10 pentol goreng itu dihargai Rp1.000. Tak disangka-sangka, pentol goreng tusuk itu pun laris manis di kantin-kantin sekolah. Sehari dia bisa memproduksi 100 tusuk pentol.

 

Buka Warung

Karena suatu hal, akhirnya Yanti memutuskan untuk berhenti memasok pentol goreng di sekolah-sekolah. Dia kemudian bertekad untuk membuka kedai bakso goreng di rumahnya.

“Karena memang sasarannya anak-anak sekolah, saya pas awal buka warung pentol goreng ini bikin promosi tiga hari makan gratis. Alhamdulillah cara itu berhasil untuk menarik minat remaja-remaja sekaligus memperkenalkan warung ini,” jelasnya.

Warung pentol goreng miliknya benar-benar dikatakan ramai pada tahun 2010. Konsumennya tidak hanya dari kalangan pelajar saja, tetapi juga dari kalangan umum.

“Keluarga Inda Raya [Wakil Wali Kota Madiun] itu jadi langganan di sini,” ujar dia.

 

Rasa Pentol Goreng

Dia mengklaim pentol goreng bikinannya berbeda jika dibandingkan pentol yang dijual penjual pentol keliling. Pentol buatannya benar-benar dibuat dari campuran daging sapi dan daging ayam serta tepung kanji.

Untuk menambah ciri khas, pentol goreng ini dinikmati saat masih hangat dengan sambal saus pedas racikannya sendiri. Setelah pentol bikinannya laris manis, kini menunya ditambah dengan ceker dan sayap lunak.

Dalam satu porsi, ada belasan butir pentol goreng, sayap ayam tulang lunak, dan ceker lunak. Kudapan ini diguyur dengan saus sambal yang warnanya kemerahan.

 

Sambal Kacang

Salah satu ciri khas pentol goreng ini ada di saus sambalnya, karena rasanya sangat pedas. Selain itu, kudapan ini disajikan dalam kondisi masih panas alias baru digoreng saat ada pesanan.

“Cirinya ya pedas itu. Untuk membuat saus sambal itu, sehari bisa menghabiskan lima kilogram cabai rawit segar atau dua kilogram cabai kering,” terang dia.

Kuliner pentol goreng ini sangat pas dinikmati dengan es sirup janggelan. Selain itu, ada juga aneka kerupuk yang sangat pas dinikmati dengan pentol goreng ini.

Harga satu porsi pentol goreng ini hanya Rp10.000. Setiap hari warung ini selalu ramai dikunjungi warga. Ada yang disantap di lokasi, ada pula yang dibawa pulang.

Yanti menceritakan pentol goreng di tempatnya memang disajikan dalam kondisi panas. Pentol baru digoreng saat ada pelanggan yang memesan. Dalam menjalankan usahanya ini, Yanti dibantu oleh dua orang karyawan. []

Sumber Madiun Pos

Advertisement
Advertisement