January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kasus Corona di China Saat Ini Tertinggi Dalam 21 Bulan Belakangan, 5 Distrik di Lockdown

2 min read

HONG KONG – Kasus Covid-19 di China belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan, rekor penambahan infeksi masih terus terjadi di Negeri Tirai Bambu itu.

Mengutip Reuters, di kota Xian, yang saat ini menerapkan penguncian ketat, jumlah kasus masih menembus angka 150 infeksi pada Minggu, (26/12/2021). Secara total, kota berpenduduk 13 juta itu telah menemukan 635 kasus lokal selama periode 9 hingga 26 Desember.

Penguncian di Xian sendiri telah berlaku sejak 23 Desember lalu. Selama penguncian ini, 13 juta warga kota itu diminta untuk tetap tinggal di rumah dan tidak boleh meninggalkan kota kecuali dengan izin khusus.

“Semua rumah tangga hanya dapat mengirim satu anggota rumah tangga ke luar setiap dua hari sekali untuk membeli kebutuhan,” ujar pemerintah kota itu dalam sebuah pernyataan di akun media sosial resmi Weibo.

Penguncian ini memaksa mayoritas moda transportasi penghubung dalam dan luar kota Xian untuk tidak beroperasi sementara waktu. Penerbangan ke kota itu juga dikurangi frekuensinya hingga 85%. Selain itu, tempat wisata terkenal di Xi’an seperti Museum Tentara Terracotta dan makam kaisar pertama China juga ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Tak hanya itu, otoritas Negeri Panda itu juga menjatuhkan sanksi terhadap 26 pejabat di Xian lantaran pejabat tersebut dinilai lalai dalam menangani gelombang baru Covid-19. Hukuman yang diberikan pun beragam mulai dari teguran hingga pemecatan.

China sendiri telah menekan kenaikan kasus baru menjadi sangat rendah sejak pertengahan tahun lalu melalui cara yang dikenal sebagai strategi nol-Covid. Negara tempat pertama kalinya Covid-19 dideteksi itu akan melakukan penguncian ketat bila terdapat kasus infeksi Covid. Cara ini akan tetap diambil meski otoritas hanya menemukan satu kasus saja.

China Daratan memiliki 101.277 kasus yang dikonfirmasi sejak awal pandemi di Wuhan hingga akhir 26 Desember. Dari jumlah itu, ada 4.636 infeksi yang berakhir dengan kematian. []

 

Advertisement
Advertisement