December 10, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Khawatir Seperti di Wuhan, Pencegahan Penularan Melalui Pasar Basah di Hong Kong Ditingkatkan

1 min read
Pasar to kwa wan dan hung hom ditutup (Foto Istimewa)

Pasar to kwa wan dan hung hom ditutup (Foto Istimewa)

HONG KONG – Ledakan kasus baru harian semenjak gelombang ketiga pandemi COVID-19 terjadi di Hong Kong hingga saat ini belum bisa dikendalikan dengan signifikan. Pertambahan kasus baru harian masih berada dalam jumlah yang mengkhawatirkan.

Beberapa klaster penularan telah dipetakan. Disamping tempat-tempat layanan publik seperti perkantoran, klaster penularan dari rumah makan dan pasar basah disebut signifikan menularkan ke banyak jumlah kasus baru.

Pakar Mikrobiologi dari Hong Kong University, Dr. Yuen Kwok-yung, dalam keterangan persnya menyebut, pasar basah di Hong Kong telah menjadi titik penularan yang masif menginfeksi ratusan orang menjadi kasus baru harian.

Yuen mengkhgawatirkan, pola yang sama seperti di Wuhqan dan Beijing akan terjadi di Hong Kong, yakni penularan masal yang bersumber dari klaster pasar.

Kemarin (04/08/2020), beriringan dengan penutupan pasar To Kwa Wan dan Hung Hom, bersama dengan tim dari CHP, Yuen dilibatkan dalam melakukan penyelidikan dan pemantauan secara langsung di lapangan terkait dengan kekhawatiran tersebut.

Tim melakukan pengambilan sampel lingkungan dari kedua pasar tersebut untuk dilakukan pengujian labolatorium.

Yuen mengingatkan, yang perlu diwaspadai dengan pola penularan virus di pasar basah adalah  kepadatan manusia dimana diantaranya terdapat perilaku lengah seperti meludah, kotor, menyentuh barang, dimungkinkan akan menjadi media penularan.

Disaat bersamaan, pasar To Kwa Wan dan Hung Hong ditutup oleh otoritas Hong Kong selama beberapa hari kedepan.

Penutupan pasar dimaksudkan untuk menekan resiko penularan yang lebih masiv lagi disamping terhadap kedua pasar tersebut dilakukan disinfektisasi. []

Advertisement
Advertisement