April 11, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Larangan Mudik Dikeluarkan Saat 13.273 Pemudik Telah Memasuki Bumi Reog

2 min read
Feature Image Larangan Mudik Dikeluarkan Saat 13.273 Pemudik Telah Memasuki Bumi Reog (Foto Istimewa)

Feature Image Larangan Mudik Dikeluarkan Saat 13.273 Pemudik Telah Memasuki Bumi Reog (Foto Istimewa)

Informasi Pendaftaran Pemilih

PONOROGO – Presiden Joko Widodo kemarin (21/04/2020) secara resmi mengumumkan pelarangan mudik bagi warga Indonesia guna mencegah penyebaran wabah COVID-19 lebih parah lagi.

Aturan yang berlaku mulai 24 April 2020 nanti, sangsinya baru diberlakukan mulai 7 Mei 2020.

Kendati demikian, sejak kali pertama wabah COVID-19 diumumkan oleh Presiden pada 2 Maret 2020 silam, gelombang pemudik terus mengalir deras baik dari Ibukota Jakarta, maupun kota-kota besar lain di Indonesia, bergerak pulang ke kampung halaman masing-masing.

Di Ponorogo, Bupati Muchlissoni menyebut ada 13.273 pemudik dari berbagai kota di Jawa masuk ke Bumi Reog di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

“Walaupun sudah ada imbauan untuk tidak mudik, sampai hari ini masih banyak yang mudik. Dari data, ada 13.723 pemudik,” sesalnya.

Dari jumlah tersebut, tercatat 5.700 orang diantaranya lepas dari masa isolasi selama 14 hari.

“Sisanya atau 7 ribua-an sekian itu masih menjalani isolasi. Baik isolasi mandiri maupun di tempat-tempat yang disediakan desa atau kelurahan,” urainya.

Ia mengaku khawatir terhadap jumlah pemudik yang akan meningkat seiring Ramadan yang akan segera tiba.

“Kita semua berharap pemudik yang datang ke Ponorogo tidak akan terus meningkat menjelang Ramadan. Karena mereka berpotensi memunculkan transmisi lokal baru,” ujar dia.

Ipong juga meminta kepada para pemudik untuk kooperatif dan tertib menjalani isolasi mandiri. Sebab dari laporan yang dia terima selama dua pekan terakhir, ada beberapa pemudik yang membandel.

Seharusnya tidak keluar rumah selama 14 hari, tapi tiba-tiba keluar rumah. Apalagi tanpa ada kepentingan yang mendesak.

“Misalnya saja pergi ke warung. Ini kami sudah meminta bantuan kepolisian dan TNI untuk mengamankan setiap pemudik yang keluar rumah selama isolasi mandiri. Nanti mereka akan dipindah ke tempat isolasi yang itu tidak nyaman,” pungkasnya. []

Advertisement
Advertisement