September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Anak Sulung Bekerja di Luar Negeri, Seorang Bapak di Blitar Bunuh Diri Ajak Anak Kedua dan Ketiga

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

BLITAR – Belum hilang dari ingatan, seorang bapak melakukan aksi bunuh diri bersama kedua anak kandungnya di Lampung, sementara istrinya atau ibu dari dua anaknya bekerja di Taiwan. Kali ini, peristiwa mengejutkan dan membuat gempar kembali terjadi di Jawa Timur.

Tepatnya di Dsn. Sumbertuk RT.01 RW.03 Desa Sumberejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.

Aksi bunuh diri satu keluarga dengan cara gantung diri dan minum racun di rumahnya sendiri pada Jumat tanggal 29 Januari 2021 sekira pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut diketahui setelah sebelumnya tetangga korban mendapat telepon dari anak pertama korban bernama Henok (30) yang bekerja di Timor Leste, untuk mengecek keberadaan keluarganya.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat diduga awalnya laporan bunuh diri. Kami cek ke TKP, ditemukan benar ada tiga orang, pemilik rumah dan anaknya dua orang. Kondisinya sudah meninggal dunia,” kata Kapolres AKBP Leonard M Sinambela di Blitar seperti dilansir dari Antara.

Ketiga korban adalah Suyani (67), dua orang anaknya yang bernama Nanda Finza Fransisca (22) dan Samuel Ardyan Pradana (10). Ketiganya tinggal di Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Kapolres mengatakan, Suyani yang merupakan bapak dari kedua anak tersebut ditemukan tergantung di dalam kamar. Sementara dua orang anaknya ditemukan di kamar lainnya juga sudah meninggal dunia.

“Pemilik rumah meninggal dunia gantung diri, kemudian dua anaknya di satu kamar (kamar lainnya) kondisinya sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Polisi juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi itu. Petugas juga memeriksa kondisi jenazah. Di tubuh korban ditemukan luka lebam di bagian leher. Namun, luka itu juga bisa terjadi ketika dicekik. Sedangkan, pada anak laki-laki mengeluarkan busa di mulutnya.

“Itu yang akan kami cek melalui proses autopsi untuk mengetahui faktor penyebabnya,” paparnya.

Ia menambahkan, di lokasi rumah korban, petugas tidak menemukan tanda-tanda adanya orang masuk secara paksa. Kendaraan bermotor milik korban juga masih terparkir dengan rapi, termasuk sejumlah uang.

“Jadi, keterangan saksi, di depan (pintu depan) kondisi terkunci sehingga melalui jalan belakang (pintu belakang). Itu memang pintu darurat, tidak ada kuncinya. Kemudian juga barang milik korban ada, motor terparkir, kuncinya di dalam. Sejumlah uang ada, sehingga ini yang akan kami selidiki lebih lanjut prosesnya,” kata dia.

Polisi terus mendalami kasus tersebut termasuk mendalami informasi dari para tetangga dan keluarga. Dengan itu, diharapkan kasus itu bisa terungkap. Polisi juga sudah memasang garis polisi di lokasi itu, guna memudahkan penyelidikan.

Aksi nekat tersebut diduga didorong oleh motif ekonomi. Hal itu mengingat satu keluarga tersebut selama ini hidup dengan ekonomi yang serba pas-pasan. “Selain sakit, bisa jadi karena faktor ekonomi,” kata sumber di lokasi kejadian.

Sementara Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan belum bisa menyimpulkan motif tewasnya satu keluarga tersebut. Selain menunggu hasil autopsi medis, saat ini petugas masih terus melakukan pendalaman. []

Advertisement
Advertisement