December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dulu Tidak Ada Masalah, Sekarang Menjadi Dalang Gagal Ginjal AKut, Ada Apa Dengan Obat Sirup ?

2 min read

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kenapa obat sirup yang dikonsumsi anak-anak menjadi bermasalah saat ini. Padahal, obat sirup sudah sejak lama dikonsumsi kepada anak-anak pada saat mengalami sakit.

Menkes meyatakan dengan tegas, bahwa ia sudah menanyakan hal ini kepada para ahli, kenapa obat sirup ini menjadi penyebab impurities atau pencemaran yang mengakibatkan anak-anak mengalami gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA).

“Paling besar penyebabnya karena bahan baku. jadi kalau kita ingin lihat kenapa sekarang begini dan dulu tidak, kita sudah berkoordinasi dengan BPOM untuk melihat apakah ada perubahan dari jenis tipe atau juga asal dari bahan bakunya,” ungkap Menkes Budi saat Konfrensi Pers, di Istana Bogor, Senin (24/10/2022).

Budi mengaku bahwa dirinya suda memiliki data-data terkait masalah bahan baku itu, baik dari pergeseran negara-negara importir pembeli bahan baku tersebut. “Ini memang sangat bergantung terhadap bahan bakunya,” tandas Budi.

Tercatat sampai pada Senin (24/10/2022) angka kematian anak-anak atas gangguan ginjal akut telah mencapai 245 kasus di 26 provinsi, dengan angka kematian di atas 57%. “Fatality rate atau yang meninggal persentasenya, dari jumlah kasus 245 ini cukup tinggi, yaitu 141 atau 57,6%,” ujarnya.

Delapan provinsi yang berkontribusi terhadap 80% kasus adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatra Barat, Bali, Banten, dan Sumatra Utara.

Angka kematian akibat gagal ginjal akut terus menunjukkan kenaikan yang signifikan. Pada Jumat (21/10/2022) lalu, jumlah kematian yang tercatat baru 133 pasien dengan fatality rate 55%.

Menurut Menkes, pihaknya mencatat bahwa lonjakan kasus gagal ginjal akut mulai terjadi pada Agustus 2022. Sebelum itu, angka kematiannya di bawah 5 kasus per bulan.

Penyakit gagal ginjal akut ini umumnya menyerang balita di bawah 5 tahun. Sejauh ini diketahui bahwa penyebab penyakit tersebut adalah cemaran zat berbahaya dalam obat yang dikonsumsi anak-anak. “Prioritas dari Presiden saat ini adalah seluruh masyarakat dilindungi dari obat-obatan yang ada.” []

Advertisement
Advertisement