December 9, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hari Kedua, Begini Progres Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

3 min read
-

JAKARTA – Berkaitan dengan kecelakan pesawat Sriwijaya Air di kawasan Pulau Seribu, Badan SAR Nasional (Basarnas) laksanakan rencana operasi dengan membagi sektor-sektor pencarian melalui udara dan penyisiran di permukaan air.

Satu helikopter HR-1301 (AW) Basarnas sejak pukul 06.00 WIB sudah take off dari Lanud Atang Sedjaja terbang menuju LKP.

“Orientasi kami untuk memastikan alut yang tergelar sudah menempati sektor masing-masing sesuai rencana operasi,” jelas Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Marsda TNI Suparmono, yang on board di helikopter tersebut.

Sementara pencarian di permukaan air di sekitar LKP, tim SAR gabungan dibagi dalam 4 sektor dengan mengerahkan kapal masing-masing, KN SAR Basudewa, KN P Marore, KN Alugara, KN Trisula KPLP, KN P Nipah, KN Celurit, KN SAR Wisnu, KP 301, KN 204, KNP-348, KN SAR Karna, KN Belati, KN Catamaran – 504, serta sejumlah Rigid Inflatable Boat (RIB).

Selain penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan penyapuan bawah air dengan mengerahkan beberapa kapal, masing-masing KRI Rigel, KR Baruna Jaya dari BPPT, KN SAR Wisnu, dan MGS Geo Survey. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan bawah air yang canggih, seperti Multibeam Echosounder dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mendeteksi dan mencari badan pesawat.

Melengkapi tim SAR Gabungan, Basarnas juga mengerahkan tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG), unsur TNI-Polri, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI),  Indonesia Diver Rescue Team (IDRT), dan lainnya.

Selain mengerahkan alut air dan udara, Basarnas juga tetap mengerahkan SRU darat guna melaksanakan penyisiran atau penyapuan di di sepanjang garis pantai kawasan Kepulauan Seribu.

“Kondisi cuaca serta kekuatan arus baik di permukaan maupun dasar laut sangat memungkinkan menghanyutkan serpihan pesawat maupun body part ke pesisir-pesisir pantai di kawasan Kepulauan Seribu,” tegasnya.

Sementara data jumlah personil yang terlibat dalam operasi pagi tadi sebanyak 326 personil, jumlah kapal 38 unit, masing- masing dari Basarnas, unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Bea Cukai, BPPT, BNPB, Polairud, KPLP,  Pelindo, MTA, dan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

 

Pancarkan Sinyal, Posisi Black Box Diketahui

Sehari sebelumnya, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut, Black Box pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, mengirimkan sinyal.

“Dua sinyal yg dikeluarkan oleh blackbox tersebut terus bisa dipantau dan sekarang sudah bisa di-marking (ditandai),” kata Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu, 10 Januari 2021.

Kata dia, saat ini TNI AL mendukung Basarnas untuk mengambil pecahan-pecahan, dan potongan-potongan, dari pesawat Sriwijaya 182.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa diangkat. Sehingga menjadi bahan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah menerima dua kantong jenazah yang diduga berisi properti dan bagian tubuh atau part of body korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Ada dua kantong jenazah yang ada di sana, dan sedang dikerjakan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Dermaga JICT II, Minggu, 10 Januari 2021.

Kantong yang berisikan jenazah dan properti ini akan di sampaikan pada pihak keluarga korban.

“Satu kantong berisikan bagian tubuh manusia dan properti. Kami sudah kami sampaikan kepada keluarga korban untuk datang,” ucapnya.

Menurut Yusri, Untuk proses identifikasi dibutuhkan data pembanding seperti DNA dan rekam medis.

Maka dari itu diharapkan keluarga membawa data korban lengkap untuk mempermudah menemukan identitasnya.

“Kami sampaikan harus keluarga terdekat karena kami membutuhkan DNA serta membawa rekam jejak kesehatan korban, misal pernah patah tulang, pecah gigi, atau ada tato, informasi ini yang kami butuhkan,” ujarnya.

Yusri menerangkan, kepolisian juga telah membangun posko untuk memberikan labelling setiap temuan dari tim gabungan yang dikerahkan melakukan pencarian properti maupun bagian tubuh dari penumpang.

“Labeling siapa yang menemukan, dipisahkan mana properti dan body part,” ujarnya.

Bagi keluarga terdekat korban diharapkan segera menghubungi pihak kepolisian dan memberikan data ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.[]

Advertisement
Advertisement